Personal Finance

Personal Finance adalah suatu bagian dari Ilmu keuangan yang fokus pada Non Corporate finance. Fungsi personal finance itu sendiri banyak mencakup tentang kebutuhan2 individu yang berkaitan dengan keuangan. Secara umum Personal finance mengcover tentang Investasi, Asuransi dan Estate Planning. Sudah begitu banyak orang yang memahami tentang Investasi. Sudah banyak pula pakar dibidang Asuransi. Saya ingin coba fokus pada Estate Planning saja. Walaupun Estate Planning hanyalah suatu bagian dari Personal Finance, namun merupakan mata rantai yang tidak terputus dengan Income Accumulation,  Cashflow management, and Financial Protection.

Berbicara tentang Income Accumulation, tentu banyak dikaitkan dengan bagaimana seseorang bisa menghasilkan Income. Memperoleh penghasilan bisa diperoleh dengan bermacam-macam cara, bisa secara halal maupun non-halal he he. Kita jangan bahas yang non-halal deh walaupun ngomongin Halalnya sendiri bisa panjang. Pernah lihat Buku tulisan Yusuf Qardawi tentang Halal…, aku sendiri sih belum pernah. Namun melihat buku Yusuf Qardawi tentang Zakat, Wakaf . Sudah dipastikan bahwa pembahasan tentang Halal atau non Halalnya suatu bidang usaha dipastikan tidak akan lebih sedikit dari kedua topik tersebut. Selamat membaca bagi yang mendalaminya. Wuah mulai ngelantur nich saya. Pasti tidak menarik deh membaca blog ini. Wong baru paragraf kedua kok sudah ngelantur. Bottom line dari Income Accumulation adalah bagaimana kita memperoleh Penghasilan yang banyak, aman dan membawa berkah.  Pernah dengar tentang Single Sources of Income lebih berrisiko dibandingkan dengan Multiple Sources of Income. Saya pernah. Dan saya meyakininya itu. Namun jangan lupa banyak employer yang tidak menginginkan hal tersebut dilakukan oleh karyawannya. Mereka beranggapan bahwa karyawan yang seperti itu tidak akan fokus dalam pekerjaannya. Nah bagi para employee, harus sanggup bekerja dengan tekun/efektif/efisien untuk employernya agar other sources of income yang akan atau sudah dimilikinya tidak mengganggu judgment employernya.

Pemahaman tentang Cashflow managment sangat straight forward. Yang saya pahami setelah kita menerima Income yang banyak dan halal tadi, maka kita perlu melakukan CF Management. Kita perlu melakukan identifikasi yang mana keran untuk Kebutuhan & Keinginan. Lalu Kebutuhan Jangka Pendek, Jangkah Menengah, Jangka Panjang dan last but not least kebutuhan after live (akhirat). Lalu baru mulai dengan keinginan. Keinginan apa saja yang merupakan prioritas dan keinginan mana yang bisa ditunda atau dialihkan dengan kebutuhan lain.  CF management ini bisa dibedakan menjadi banyak items such as: Investasi, Bisnis, Zakat, waris, hibah,  Operasional sehari-hari, biaya pendidikan, pajak , other expenses. 

Lalu last but not least pembicaraan tentang financial protection. Mungkin lebih popular dengan sebutan Estate Planning. Memang dalam pengelolaanya, Estate Management tuh hampir sama dengan CF management. Namun karena memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi terutama dibidang Hukum maka dipisahkan saja. Pernah gak dengar bahwa Bill Gates hanya akan mewariskan beberapa juta dollar kepada anak perempuannya. Saya percaya bahwa Bill Gates sedang menjalankan suatu strategy Estate Planning yang jitu. Jadi jangan bilang bahwa Bill Gates tuh pelit pada anaknya ya. Demikian juga Warren Buffet yang akan menyerahkan pengelolaan Yayasan Keluarga miliknya kepada Bill Gates apabila dia wafat. Nah tuh bingung kan. Orang kaya nomor 2 akan menyerahkan asetnya kepada yang nomor satu bila dia sudah wafat. Itulah Surat Wasiat yang diumumkannya. Bagaimana dengan Pak Harto yang mengatakan bahwa Beliau tidak memiliki uang sepeserpun di luar negeri. Bagaimana dengan Putra Sampoerna yang memutuskan untuk menjual saham nya di Sampoerna kepada Philip Morris, daripada mewariskannya kepada anak2nya. Menurut saya, mereka menjalankan suatu Estate Planning. Ya sudah deh, itu kan yang gede2 an. Gimana dengan seorang tukang sayur keliling yang memiliki 1 rumah bersama dengan keluarganya, 100 kambing yang dikelola adiknya, 2 warung yang dikelola oleh sepupunya. Gimana cara Estate Planningnya ya? Tentu bisa dan simple. Namun kalau tidak ada perencanaan dan tidak dilaksanakan bisa membawa petaka pada ahliwarisnya. Kalau ahliwarisnya tetap mencintai dia sebagai adanya …ya tentu tidak ada masalah. Gimana kalau ternyata malah ngomel2 baik secara terus terang ataupun secara tersirat saja. Doa2nya bisa tidak sampai deh. Pernah dengar ada orang yang suka bicara begini; Saya bersyukur bahwa orangtua saya tidak mewariskan saya berupa harta benda, namun orangtua saya mendidik saya agar menjadi orang yang tekun, kerja keras dan bermanfaat kepada sesama. Lalu dikesempatan lainnya dia berkata, sebenarnya orangtua saya punya 10 hektar sawah yang dikelola oleh saudara2nya, namun saya tidak paham kok saya tidak dapat apa2 dasri sawah tersebut ya? … Jadi walaupun dia secara tersurat mengucapkan bahwa dia tidak masalah dengan tiadanya warisan harta benda. Namun dalam hatinya mempertanyakan tentang “Apakah seharusnya saya memperoleh bagian dari Sawah ayah saya?

Personal Finance sangat menarik, ini adalah profesi saya sekaligus hobi saya. Sayang sekali kalau orang2 yang ingin mengetahui kegunaan ilmu ini ternyata tidak bertanya kepada yang ahli. Saya sendiri sih tidak ahli. Namun saya mencoba untuk belajar menuju suatu kata “Ahli”. Kata orang the enemy of the Best is Good. I hope i am not Good enough to stop learning.

ckckckckck

Norick http://www.Perwarisan.com

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s